Yang Terhormat Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo,
Yang Terhormat Jajaran Pemerintah Republik Indonesia,
Bapak dan Ibu sekalian,
Dengan penuh hormat, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk sambutan yang ramah baik untuk Negara saya maupun saya sendiri sebagai tamu hari ini di Jakarta.
Merupakan kehormatan besar selain kegembiraan yang luar biasa bagi saya bisa diterima oleh Bapak Presiden di Istana Negara. Ini merupakan momen yang sangat berarti yang membuktikan bahwa hubungan persahabatan yang dalam dan nyata di antara dua Negara yang kita wakili, persahabatan yang lahir pada saat Indonesia merdeka dan makin menguat dalam tahun-tahun berikutnya hingga saat ini. Merupakan hak istimewa untuk saya bisa berada di sini pada kunjungan pertama saya ke Benua Asia.
Tahun-tahun terakhir ini menjadi positif sekali karena hubungan kita makin erat: kita telah berbagi bahu-membahu dalam banyak hal dan selalu dengan rasa setuju demi konsolidasi dan penguatan hubungan persahabatan di antara Indonesia dan Italia. Tidak hanya di tingkat politik, ekonomi dan budaya tapi juga dan terutama di tingkat masyarakat sipil.
Dalam rangka ini saya ingin menyinggung pengalaman istimewa yang kita semua alami di EXPO Milan yang baru saja ditutup dengan hasil luar biasa dari aspek partisipasi institusi dan pengunjung (yang melewati angka fantastis dua puluh juta). Saya ingin juga menekankan bahwa keikutsertaan Indonesia memberikan dukungan kuat pada segi perkenalan budaya sekaligus sebagai ajang untuk menyebarkan pengetahuan tentang budaya Indonesia dan nila-nilai tradisi Indonesia: Bhinneka Tunggal Ika. Nilai tradisi yang menjadi kunci dalam lambang Republik Indonesia ini menyiratkan makna keseimbangan di antara kekuatan dalam masyarakat yang menjadi dasar bagi Indonesia dan menjadikannya begitu kaya dan khas.
Bapak Presiden Yang Terhormat,
Hubungan kita berdiri di atas dasar kebersamaan dalam nilai dan tujuan.
Indonesia dan Italia adalah dua Negara besar yang berdasarkan demokrasi, kemerdekaan dan peradaban yang masing-masing berasaskan pada toleransi dan penghormatan pada keberagaman.
Karena alasan ini pun, Indonesia dan Italia selalu menjadi promotor penyebaran nilai ini di luar batas negara dan di dalam dunia internasinal justru karena keyakinan bahwa keberagaman bukanlah hambatan dan alasan untuk bercerai melainkan sebagai modal yang memicu kemajuan dan perkembangan.
Perbedaan budaya, bahasa dan sejarah dari komponen negara masing-masing justru merupakan dasar untuk kekayaan budaya. Keyakinan ini, hari ini, makin terasa perlu karena dunia global sedang dihantui tensi dan konflik yang seringkali muncul sebagai hasil dari kesulitan yang kita hadapi atau kadang-kadang dari rasa ketakutan untuk menerima perbedaan.
Indonesia dan Italia merasa penting menjadi mitra supaya visi yang kita anggap vital ini bisa makin maju dan tersebar kemana-mana.
Bapak Presiden Yang Terhormat,
Ancaman terorisme internasional merupakan agresi pada model sosial dan politik yang berdasarkan nilai toleransi dan kemerdekaan dari Negara kita. Keprihatinan ini dirasakan oleh semua masyarakat internasional tanpa kecuali.
Indonesia dan Italia tidaklah kebal dari ancaman ini. Namun struktur sosial, pengalaman kehidupan beradab berbagai kelompok masyarakat membuktikan bahwa dengan cara mengedepankan dialog yang berpegang pada prinsip toleransi, rasa hormat dan penolakan terhadap bentuk kekejaman apapun dapat melawan dan mengatasi semua ancaman ini.
Dalam konteks inilah dialog antar agama dan iman mendapat valensi utama, supaya propaganda kebencian dan disgregasi tidak mendapat secuilpun tanah subur untuk tumbuh besar. Jalan ini perlu sekali dilanjutkan dan Italia sangat memuji contoh yang diberikan Indonesia berkat nilai agung toleransi dan kehormatan yang tercantum secara begitu arif dalam Konstitusi.
Bapak Presiden,
Italia dan Indonesia telah sukses berkerja sama di berbagai inisiatif penerapan Hak Asasi Manusia dalam berbagai ajang multilateral dan merupakan dua anggota paling aktif menyebarkan prinsip ini di PBB.
Perdamaian, keamanan internasional dan resolusi damai untuk menyelesaikan perselisihan merupakan tujuan bersama. Negara kita masing-masing selama ini tidak pernah mundur dari tanggung jawab ini, walau dengan mengorbankan banyak hal seperti hidup manusia dan sumber daya lain. Tidak kebetulan dua Negara kita ini merupakan pemeran utama dengan pasukan masing-masing pada operasi peace-keeping yang dilaksanakan PBB. Pasukan kita terus bekerjasama tidak hanya di lapangan tapi juga pada dalam bentuk latihan bersama. Semuanya berkat hubungan yang sangat baik di antara Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Italia.
Saya yakin bahwa Italia dan Indonesia akan tetap bisa bekerjasama untuk menghadapi masalah ini dan tantangan baru yang muncul - di antaranya masalah kemanusiaan yang dialami jutaan manusia yang bermigrasi dari tanah asalnya karena tertekan perang. Kemitraan kita akan bisa mencari solusi yang bagus, dengan tetap menghormati hak manusia yang terlibat satu demi satu, penyelesian yang mengagungkan nilai dasar masyarakat Negara kita masing-masing, yang walau secara geografis agak jauh tetap dekat secara ideal.
Bapak Presiden Yang Terhormat,
Kunjungan saya di Indonesia dan atas dasar keinginan yang besar, tulus dan mengakar untuk mengutamakan hubungan kedua negara kita, memberi makna khusus bagi pertemuan ini.
Saya yakin pertemuan hari ini akan diikuti pertemuan-pertemuan berikutnya sehingga kerjasama kedua negara kita yang selama ini sudah intens akan semakin erat baik dalam hubungan politik, bidang ekonomi maupun budaya di tahun-tahun mendatang. Oleh karena itu, saya ingin mengajak semua hadirin mengangkat gelas dan bersulang demi persahabatan antara Indonesia dan Italia.